perbedaan bahasa spanyol dan bahasa portugis

Bahasa merupakan alat komunikasi yang tidak akan terpisahkan oleh zaman sehingga manusia bisa berbicara satu sama lain. Salah satu bahasa yang paling sering digunakan adalah bahasa Spanyol dan bahasa Portugis. Akan tetapi, ternyata masih ada orang yang keliru dengan menganggap kedua bahasa tersebut sama saja, padahal sebenarnya berbeda. Oleh sebab itu, Pruf Ritz akan membahas tentang perbedaan bahasa Spanyol dan bahasa Portugis.

Sejarah bahasa Spanyol dan bahasa Portugis

Bahasa Spanyol atau disebut juga dengan bahasa Kastilan merupakan salah satu bahasa yang termasuk dalam rumpun bahasa Roman Indo-Eropa. Hal ini terjadi karena bahasa Spanyol bermula dari bahasa Latin yang dibawa bangsa Roma saat berada di Semenanjung Iberia.

Ketika Spanyol telah merdeka dari bangsa Moor, bahasa tersebut menyebar ke banyak wilayah, termasuk Madrid dan Toldeo. Sampai pada abad ke-15, bahasa Spanyol telah menjadi bahasa resmi di seluruh penjuru Spanyol.

Saat ini, bahasa Spanyol telah digunakan oleh lebih dari 500 juta orang. Bahasa tersebut bahkan telah menjadi bahasa resmi di dua puluh negara Amerika Latin, di antaranya Argentina, Bolivia, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Republik Dominika, Ekuador, El Savador, Guatemala, Honduras, Meksiko, Nikaragua, Paraguay, Panama, Peru, Uruguay, Spanyol, dan Venezuela. Kini bahasa Spanyol juga diamati perkembangannya oleh Association of Spanish Language Academies sejak 1951.

Sementara itu, bahasa Portugis mulai dikenal penjuru dunia pada abad ke-15 dan abad ke-16. Portugal membuat sebuah kerajaan kolonial dan perdagangan pertama pada 1415–1975, tepatnya di Brazil dan Makau. Hal tersebut membuat bahasa Portugis makin dikenal dan telah dituturkan oleh lebih dari 200 juta orang. 

Saat ini bahasa Portugis juga menjadi bahasa resmi di berbagai negara, seperti Angola, Brazil, Guinea-Bissau, Guinea Khatulistiwa, Makau, Mozambik, Portugal, Sao Time dan Principe, Tanjung Verde, serta Timor Leste. Bahasa Portugis juga menjadi bahasa kebudayaan di Uruguay.

Perbedaan bahasa Spanyol dan bahasa Portugis

Orang-orang yang bisa berbahasa Spanyol biasanya dapat menguasai bahasa Portugis dengan cepat, begitu pula sebaliknya. Hal ini dikarenakan bahasa Spanyol dan bahasa Portugis sangatlah mirip. Namun, tentu masih ada perbedaan signifikan di antara kedua bahasa tersebut. Berikut ini adalah perbedaan bahasa Spanyol dan bahasa Portugis.

  1. Jumlah abjad dalam bahasa Spanyol ada 27 huruf, sedangkan dalam bahasa Portugis ada 26 huruf.
  2. Ada kosakata yang ejaannya berbeda, tetapi pengucapannya sama.  Terdapat pula kosakata yang serupa, tetapi penyebutannya bisa sangat berbeda. Contohnya, bunyi “f” dalam bahasa Portugis masih tetap terdengar, sedangkan dalam bahasa Spanyol justru berubah menjadi bunyi “h”.
  3. Bahasa Spanyol banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab, sedangkan bahasa Portugis lebih dipengaruhi oleh bahasa Prancis. Oleh sebab itu, jika diucapkan, bahasa Portugis akan terdengar seperti bahasa Prancis daripada bahasa Spanyol.
  4. Bahasa Spanyol memiliki dua diakritik (tanda tambahan pada huruf yang dapat mengubah nilai fonetis huruf tersebut), yakni aksen tirus (á, é, í, ó, ú) dan diaresis atau trema (ü). Sementara itu, bahasa Portugis memiliki empat diakritik, yakni aksen tirus (á, é, í, ó, ú), aksen nontirus (à), sirkumfleks (â, ê, ô), dan tanda gelombang (ã dan õ).
  5. Bahasa Indonesia lebih banyak menyerap kosakata dari bahasa Portugis daripada bahasa Spanyol. Contoh dari bahasa Spanyol adalah camisa, matador, mestizo, dan plaza, sedangkan dari bahasa Portugis adalah algojo, akta, bangku, batako, beranda, bendera, biola, bola, botol, dadu, garpu, dan sebagainya.
  6. Bahasa Spanyol lebih mudah dipelajari daripada bahasa Portugis. Hal ini disebabkan karena pengucapan bahasa, ejaan, dan sintaksis yang berbeda.
  7. Ada lebih banyak film, telenovela, dan musik yang menggunakan bahasa Spanyol daripada bahasa Portugis.

Itulah perbedaan bahasa Spanyol dan bahasa Portugis. Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mempelajari kedua bahasa tersebut? Jika belum pernah, mulai sekarang Anda bisa perlahan-lahan mengenal kedua bahasa itu dengan baik. Jadikan pengalaman belajar tersebut menjadi proses yang bisa Anda nikmati karena siapa tahu Anda bisa menjadi seorang bilingual atau bahkan poliglot.

Leave a comment