intepreter pemula

Seorang interpreter atau juru bahasa memegang peran penting dalam membantu penutur bahasa asing berkomunikasi pada berbagai kebutuhan ataupun kegiatan, contohnya dalam pertemuan bisnis, panggilan medis darurat, dan konferensi internasional. Interpreter pemula pasti merasa gugup ketika jam terbangnya belum tinggi. Oleh sebab itu, interpreter pemula butuh latihan rutin untuk mengurangi kegugupan.

Menjadi seorang interpreter bukanlah tugas yang mudah, terutama bagi pemula. Hal ini wajar, bahkan pembicara yang berpengalaman pun pernah merasakan gugup sebelum ia mulai berbicara.  Sebagai penyedia layanan bahasa dan komunikasi yang berpengalaman, Pruf Ritz akan berbagi 5 kiat untuk mengatasi rasa gugup saat menjadi interpreter.

Melakukan Riset dan Latihan Sebelum Acara Dimulai

Untuk meredakan rasa gugup menjelang acara, pelajari profil orang yang akan Anda dampingi, perusahaan apa yang terkait, topik pembahasannya hingga bagaimana rangkaian acaranya. Hal ini bisa mengurangi rasa gugup berlebih karena Anda akan merasa lebih paham dan menguasai keadaan nantinya.

Anda juga bisa berlatih atau berdiskusi dengan para interpreter yang lebih berpengalaman. Belajar beberapa hal dari orang dengan jam terbang tinggi akan membuat Anda merasa lebih percaya diri nantinya.

Lakukan Meditasi dan Mengatur Napas

Saat istirahat dari melakukan riset dan latihan, Anda bisa mempraktikkan teknik meditasi mindfulness yang berfokus pada aktivitas menjernihkan pikiran dan teknik mengatur pernapasan.  Menulis jurnal juga bisa meredakan rasa gugup berlebih karena Anda akan merefleksikan diri dan menyadari hal apa saja yang perlu dibenahi sebelum menjalani tugas menjadi seorang juru bahasa.

Jika Anda merasa gugup di tengah-tengah acara, tetap tenang, tarik napas dalam-dalam, dan berpikirlah positif. Menurut penelitian medis, saat kita gugup, saraf simpatik atau saraf yang berhubungan dengan rasa stres dalam tubuh akan bekerja lebih aktif sehingga membuat napas dan detak jantung bekerja lebih cepat. Dengan menarik napas dalam-dalam, aliran udara yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak sehingga dapat membantu menenangkan sistem saraf dan membuat diri kita lebih tenang.

Persiapkan Aplikasi Kamus atau Penerjemah

Meskipun nantinya Anda tidak menggunakan bantuan aplikasi penerjemah, mempersiapkannya di gawai akan membantu meredakan rasa gugup. Hal ini dikarenakan pikiran Anda akan merasa aman jika tidak memahami istilah tertentu. Namun, tetap usahakan tidak terlalu sering membuka dan menggunakannya, karena selain terlihat mencolok, Anda juga akan terlihat kurang professional.

Ambil Sedikit Waktu untuk Berpikir

Bagi seorang interpreter pemula, tuntutan untuk berpikir secara cepat dan tanggap dalam menyampaikan kalimat pastinya membuat hati semakin berdegup kencang. Jangan terlalu terburu-buru, Anda bisa mengatasi hal ini dengan mengambil beberapa detik waktu untuk menyusun ucapan dalam kepala sebelum berbicara. Dengan begitu, Anda akan lebih yakin dengan ucapan yang sudah Anda terjemahkan.

Jangan Fokus dengan Rasa Takut Salah

Kesalahan adalah hal yang sangat dihindari oleh siapapun termasuk seorang interpreter. Namun, Anda tidak perlu terlalu fokus pada perasaan tersebut karena hal itu bisa membuat Anda justru berpeluang besar melakukan kesalahan secara terus-menerus. Tetap tenang dalam menyimak ucapan penutur. Jika melakukan kesalahan, Anda bisa meminta maaf dan mengoreksinya secepat mungkin. 

Anda juga bisa menyediakan buku catatan untuk menulis beberapa poin penting ucapan penutur. Hal ini bisa membantu ingatan Anda saat mulai terpengaruh oleh suatu situasi yang membuat konsentrasi sedikit terganggu atau meminimalisir rasa takut akan melupakan poin-poin yang penting.

Pruf Ritz Friends, setelah membaca 5 kiat atasi gugup untuk interpreter pemula di atas dan mulai menerapkannya, lama-kelamaan pengalaman akan membuat Anda lebih profesional dan mudah mengendalikan rasa gugup. 

Jika dalam kegiatan perusahaan atau komunitas Anda membutuhkan tim juru bahasa yang berpengalaman dan profesional, Anda bisa menghubungi tim Pruf Ritz yang sudah pernah menjadi juru bahasa dalam berbagai acara besar dan bergengsi, salah satunya dalam acara Debat Capres-Cawapres Indonesia 2019. 

Leave a comment