menulis tinjauan pustaka

 

Dalam karya ilmiah, tinjauan pustaka merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah penelitian. Tinjauan pustaka berisikan mengenai ulasan beberapa penelitian terdahulu yang memiliki kemiripan obyek, permasalahan, atau teori yang selaras dengan materi kita. Cara mudah menulis tinjauan pustaka ini perlu kita ketahui.

Literatur ini menjadi bahan pendukung penelitian yang sedang dikembangkan. Maka dari itu, peneliti dituntut untuk membaca banyak sumber literatur agar memiliki wawasan serta referensi yang lebih luas dalam mengembangkan penelitiannya. 

Berikut Pruf Ritz akan berbagi beberapa cara mudah yang bisa dilakukan dalam menulis tinjauan pustaka:

1. Manfaatkan teknologi

Anda perlu mencari sumber data bisa dilakukan dengan membaca banyak buku, jurnal ataupun prosiding konferensi yang terpercaya. Kini kita bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mencari sumber data tersebut. Misalnya dengan mencari referensi di Google Scholar, website jurnal perpustakaan nasional, ataupun situs kampus yang mengunggah laporan penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh mahasiswanya. 

Setelah menemukan sumber referensi yang tepat, Anda harus menyaring literatur yang ada agar sesuai dengan topik penelitian yang sedang dilakukan. Penyaringan ini bisa dilakukan dengan membuat mindmap atau peta konsep sederhana agar mempermudah alur pemikiran. 

Anda bisa menentukan kata kunci yang tepat untuk melakukan pencarian sumber data untuk menulis tinjauan pustaka. Dengan kata kunci yang tepat, peneliti dengan mudah dapat menemukan literatur yang relevan. 

Buatlah kata kunci yang spesifik. Saat Anda  ingin mencari informasi tentang analisis media, tulis secara detail media apa yang akan dianalisis. Nantinya, data yang muncul akan sesuai dengan kebutuhan.

Manfaatkan juga filter pencarian berdasarkan waktu untuk mempermudah mencari referensi yang diinginkan. Misalnya, penulis membutuhkan literatur terbaru, maka aktifkan filter pencarian pada beberapa tahun atau beberapa bulan terakhir saja. 

2. Mencatat data yang ada

Langkah selanjutnya adalah mencatat data-data yang sudah didapatkan dari riset sebelumnya. Anda perlu mengorganisasikan data dari literatur agar mudah dipahami dan ditulis kembali sebagai tinjauan pustaka penelitian.

Kelompokkan literatur berdasarkan kategori tema, metode atau teori yang digunakan. Kelola dan simpan sumber data menggunakan tools seperti Zotero, Mendeley atau My EBSCOhost. Dengan menggunakan bantuan tools tersebut, kita lebih mudah dalam menyimpan serta mengelola sumber data, menyusun catatan kaki, hingga menulis daftar pustaka.

3. Menganalisis data yang sudah dikumpulkan

Pada tahap ini Anda perlu menyatukan sekaligus membandingkan data-data yang sudah diperoleh dari tahap sebelumnya. Anda bisa mulai menyusun data-data yang ada agar terlihat jelas hubungan antar satu data dengan data yang lain. 

Periksa kembali semua data serta analisisnya, sesuaikan dengan kelompok data yang diperlukan. Jangan lupa menuliskan sitasi atau sumber literatur yang digunakan sebagai bentuk pengakuan penulis terhadap  sumber tersebut. Sitasi juga dapat menghindarkan kita dari plagiarisme. 

Seringkali penulis menyusun tinjauan pustaka hanya untuk pelengkap penelitian sehingga terkesan seperti sedang meresensi sebuah literatur. Seharusnya Anda perlu menganalisis secara mendalam hubungan literatur dengan penelitian yang sedang dikembangkan. 

Hasilnya, pembaca dapat memahami dengan jelas apa yang peneliti paparkan dalam penelitiannya. Tinjauan pustaka pada dasarnya memberikan justifikasi dan menjadi pendukung metodologi, hasil, serta kesimpulan dari penelitian yang sedang dilakukan.

4. Mencari sumber berbahasa asing

Jangan takut untuk menggunakan sumber berbahasa asing jika sumber data berbahasa lokal terasa terbatas dan topik peneliti belum bisa ditemukan di sana. Dalam referensi berbahasa asing, penulis bisa menemukan hal-hal baru yang lebih mendalam. Membatasi sumber literatur berdasarkan bahasa justru bisa menghambat perkembangan penelitian yang sedang Anda  lakukan.

Cari situs jurnal berbahasa asing menggunakan kata kunci yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Jika merasa kesulitan dalam memahami jurnal tersebut karena keterbatasan bahasa, ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya, dengan menggunakan jasa penerjemah. 

 Pruf Ritz dapat membantu anda menerjemahkan data-data berbahasa asing yang anda butuhkan, sehingga anda lebih mudah untuk menulis karya ilmiah tanpa perlu terkendala bahasa. Pruf Ritz memiliki tujuan untuk membantu lebih banyak orang mengekspresikan ide-ide cemerlangnya dengan menggunakan bahasa sebagai alat yang ampuh dalam membangun komunikasi yang kuat. 

(Baca Juga: Pentingnya Membuat Company Profile untuk Bisnis)

Leave a comment